You are here
Home > Uncategorized > Larangan Perampasan Motor yang Menunggak Leasing

Larangan Perampasan Motor yang Menunggak Leasing

TARIK MOTOR PAKSA, AWAS PENJARA!!

Sinarmas-rental.com (Palembang). Ini mungkin ujung dari kejadian bentrok yang terjadi antara Debt Collector dengan Ormas beberapa waktu yang lalu di Bogor. Secara tegas Polri mengeluarkan spanduk yang mengatakan bahwa perampasan motor bagi konsumen yang menunggak pembayaran tidak dibenarkan. Hal tersebut melanggar pasal 365 KUHP.

Tindakan leasing yang semena-mena dengan menarik paksa kendaraan bermotor yang menunggak merupakan pelanggaran yang serius. Perampasan yang dilakukan oleh penagih utang yang mengatasnamakan perusahaan pembiayaan (leasing) termasuk melanggar hukum pidana. Polisi bisa menindak tegas para penagih utang yang merampas barang di tengah jalan atau istilah kerennya sebagai ” mata elang (matel)”.

Perampasan kendaraan bermotor secara paksa dapat dijerat dengan Pasal 368 dan Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 junto Pasal 335. Pasal 368 mengatur soal pemerasan dan pengancaman dengan hukuman maksimal 9 (sembilan) tahun penjara. Sementara Pasal 365 terkait dengan pencurian yang ancaman hukumannya bisa sampai hukuman mati, jika tindakan pencurian itu menyebabkan kematian.

Akan tetapi dengan adanya himbauan tersebut, tidak serta merta para pengkredit motor lantas seenaknya menunggak. Sebab kewajiban orang yang berhutang atau mengkredit adalah menyicil sesuai tepat waktu. Kalau memang tidak sanggup untuk menyicil, jangan kredit seenaknya. Sebenarnya kesalaan pada saat survey pemberian kredit, orang yang tidak mampu kok diberi kredit kendaraan????

 

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Top